Thursday, October 16, 2014

Wajarkah cemburuku ini????

Masa liburanmu selalu aku nanti-nantikan selama enam bulan yang lalu. Semua aku rancang dengan rapi apapun yang akan kita kerjakan. Dari persiapan untuk tunangan, acara tunangan, nyicil untuk acara nikah dan resepsi kita kelak. Sampai-sampai udah hampir tiga minggu alias masa liburmu mau abis kita nonton aja baru satu kali.

Libur tiga minggu, kalau aku hitung sih cuma kebagian 10 hari. Dimana masih banyak yang harus kita kerjakan buat Mei mendatang. Kalau dia stay di rumah ortunya aku sih fine-fine aja gak ada rasa kayak begini. Tapi entah kenapa, saat dia di rumah saudaranya aku merasa sangat minim dan kurang banget dapat waktu untuk komunikasi sama dia.

Banyak banget kegiatannya malah lebih banyak kegiatan di kota itu daripada kegiatan di rumah ortunya. Waktu buat telepon aja harus sempat-sempatin. Di jam kerja sampai aku harus ngalah untuk telepon dia. Di jam istirahatku dia gak bisa telepon aku. Ya biarlah dapat teguran atasan, asal aku bisa komunikasi sama dia.

Entah kenapa aku merasa berada di nomor kesekian (paling akhir) kalau dia sudah di kota itu. Di kondisi seperti ini aku marah juga gak mungkin. Karena dia juga jarang ketemu keluarganya. Tapi apa harus seperti itu juga? Demi Tuhan aku kesel dengan situasi yang seperti ini. Amat sangat. Berharap dia tau lah dari bbm yang aku kirim tadi.

Aku cuma pengen luangin waktu sejenak aja kok. Tanpa di ganggu apapun dan alasan apapun. Maaf kalau aku merasa cemburu. Karena aku selayaknya wajar untuk cemburu. Maaf kalau cemburuku itu gak berkenan buatmu.

No comments:

Post a Comment

God Bless Us

Welcome to Papua (again)

Akhirnya tiba juga saya di tanah Papua kembali, setelah tahun kemarin saya tidak berkunjung dikarenakan hamil. Saat ini saya tidak tingg...