Wednesday, January 18, 2012

Kamu Pilihan Terakhirku

Walaupun aku udah pacaran berkali - kali, tapi gak tau kenapa sama yang ini tuh beda buwangetttt. Gimana gak beda, kan ini rencana dari Tuhan, Aku gak akan bilang ini adalah suatu proses kebetulan, tapi proses dari rencana Tuhan yang indah buat aku. Indahhhhhh bangeeeettttt sampai-sampai pacaran aja beda pulau ^_^.

Dari sini aku ngerti banget aplikasi/penerapan dari KASIH. Hubungan kita emang kita landasi dengan komitmen KASIH. Aku juga ngerti arti dari penyertaan TUHAN yang tidak pernah berkesudahan dalam hidup aku.

Mungkin ini adalah salah satu doaku yang sudah dikabulkan ama Tuhan. Thanks God. Love you forever Jesus. Like you Love me everytime.

Aku mikirnya gak akan aneh-aneh dalam menjalani hubungan yang saat ini. Aku cuma pengen kita cuma segera 1 Visi aja. Landasan KASIH udah kita kantongi, dan kita yakin TUHAN pasti akan sertai langkah kita.

Aku udah gak pernah berharap lagi dengan para mantan-mantan aku lagi. Crita dikit yakk :

1. Mantan Pertama.
Sekarang dia jadi seorang dokter di negeri sebrang. Sebenernya harapanku dulu sie punya pasangan hidup jadi seorang dokter. Tapi untuk yang ini aku gak mau kenapa. Soalnya dia gak pernah mau menjalankan semua perintah TUHAN. Dia selalu melanggar dan menikmati pelanggaran itu.
2. Mantan Kedua.
Dia tuh kakak kelas aku dibangku kuliah. Dia blesteran Jerman. Wah salah satu negara impian aku untuk bertemu dengan idolaku. Hahahahaha. Miroslav Klose. Tapi saat kita pacaran dia sama sekali belum mau mengenal Tuhan. Dia beda keyakinan ama aku. Dan tuh salah satu alasan aku putus dengan dia.
3. Mantan Ketiga.
Temen satu angkatan aku di bangku kuliah. Temen magang juga selama 3 bulan. Kita pacaran sejak akhir semester 3. Aku tahu kita pacaran gak bakal pernah bisa lanjut, soalnya dia bener-bener anak mama banget. Mau ngapa-ngapain dikit-dikit tak tanya ibu dulu yakk. Haduwh secara kamu tuh udah 22 tahun gitu kok yow masih ibu terus yang harus mutusin semuanya. Alamak gak betah aku pacaran ma anaknya emak.
4. Mantan Keempat.
Kakak kelas 3 tingkat diatas aku. Hanya berumur 2 minggu aja kita pacaran. Soalnya dia nafsunya gede. Ogah aku ma cowok kayak gitu. Menakutkan.
5. Pacarku Sekarang.
Plin-plan, sabar, pelupa, gak peka ma kondisi sekitar, berusaha selalu ada waktu untuk aku. Maklumlah kita pacaran jarak jauh. Dia sudah bekerja pula. Jadinya aku baru berani untuk kenalin dia ke keluarga aku. Dan aku harap dia jadi labuhan terakhir aku. Kita saat ini pengen mewujudkan semua harapan yang sudah kita rancang sejak sekarang. Kita menyerahkan semuanya hanay kepada TUHAN. Karna hanya TUHAN saja yang mampu untuk membantu dan memampukan kita untuk semua rencana kita. 

Aku jadi inget lagu ini :
....
Jadikan kami sehati, sepikir
Biar kehendakmu jadi
Tuk nyatakan karyaMU
Jadikan kami satu 


Mau berpenghasilan walaupun status mahasiswa klik DISINI

Nasehat Bunda


Malam begini aku masih termenung sendiri di ujung kamar. Terbayang dengan semua yang telah terjadi hari ini dan hari yang telah kulewati sebelumnya. Semua sungguh membuatku frustasi. Yaa…hari ini aku baru saja putus cinta. Dengan terpaksa aku harus melepas dirinya.


Dialah Aga. Salah satu seniorku di fakultas kedokteran. Aku memang mahasiswa baru tahun ini. Aga adalah seniorku yang berbeda 1 tahun. Beruntung sekali aku bisa menembus fakultas kedokteran yang memang selama ini aku impikan. Tapi masalah yang baru saja menimpaku seperti telah merenggut semua kebahagiaanku dan keberuntunganku itu.

Tak terasa air mata menetes deras di kedua pipiku. Aku menangis karena aku teringat akan semua kenangan-kenangan yang telah kulalui bersama Aga. Aga yang aku sayangi, Aga yang aku cintai kini telah membuatku patah hati dengan keputusannya untuk mengakhiri hubungan kami yang sudah berjalan hampir 1 tahun ini. Padahal selama ini aku selalu berusaha untuk menjadi yang terbaik untuknya.

“Tok..tok..tok. Mbak Cit, dipanggil bunda suruh makan”. Pembantu di rumahku mbak Sri telah membuyarkan lamunanku.
“Iya mbak. Sebentar !”aku menjawabnya.
Dengan segera kuseka air mataku yang telah menetes itu agar bunda tidak bertanya-tanya. Namun usaha yang telah aku coba ternyata sia-sia. Mataku membengkak besar. Membentuk garis hitam di bawah mata. Akhirnya tak kuhiraukan apa yang terjadi dengan mataku ini. Toh Bunda sebenarnya juga sudah mengetahui ini semua.

Aku menuruni anak tangga dengan lesu. Bunda yang sedari tadi sudah menunggu di meja makan melihatku seperti merasa prihatin dengan keadaanku hari ini.

“Nduk, makan dulu gitu lo. Jangan nangis ae. Kalo liat kamu gini bunda ya jadi ikut sedih to” kata Bunda ketika aku sudah sampai di tepi meja makan.
“Iya Bun. Ini juga mau makan” kataku pada Bunda seraya mencoba sedikit tersenyum.

Acara makan itu pun selesai. Dan aku sesegera mungkin kembali ke kamar mencoba menenangkan hati. Porsi makanku hari ini berbeda dari hari biasanya. Aku hanya makan 7 sendok saja. Itupun sudah membuat aku kenyang. Bunda hanya menggelengkan kepala melihatku.

Di kamar pikiranku semakin kacau. Kuputuskan saja untuk tidur sejenak. Barangkali setelah bangun tidur pikiranku ini sedikit lebih tenang. Aku pun tertidur pulas hingga tengah malam. Dan saat aku bangun aku seperti orang yang hilang pikiran. Aku hanya menatap langit-langit kamar dan pikiranku masih terbayang dengan Aga. Tak terasa air mataku menetes lagi. Aku tak kuasa untuk menahannya hingga akhirnya pagi pun menjelang.

Bunda membuka pintu kamarku untuk membangunkanku. Aku pun terbangun dan aku tak bisa menyembunyikan lagi apa yang terjadi denganku tadi malam. Mataku benar-benar terlihat membengkak sekali.
“nduk kamu habis nangis lagi ya ?” tanya Bunda.

Kumpulan Cerpen Hari Ibu : NASIHAT BUNDA bagaimana menurut kalian..??/ bagus gak..?? hehhe selamat hari Ibu Ya sahabat aneka remaja..!!

“hah ? oooh .. mmm..” aku mencoba untuk menutupi semuanya dari Bunda. Aku bingung harus menjawab apa. Aku tidak mau membuat bunda jadi terus kepikiran karenaku.

“wes to nduuuk. Nggak usah bohongin Bunda. Bunda tau kok kalo kamu semaleman pasti nangis. Tuh keliatan kantung matanya.” kata Bunda.

“Ih… Bunda sok tau ah. Hehehe”

“Sama orangtua nggak boleh bohong. Hayo kemarin pasti kamu nangis lagi ya ? Jujur aja. Hehehe”. Bunda tetap saja yakin jika aku nangis lagi semalaman. Walaupun aku mencoba untuk menutupi tapi tetap saja tidak bisa. Aku pun akhirnya mengakui.

“iya nih Bun.” Aku berkata sambil mengucek-ngucek mataku.

“Naah kan. Bunda nggak bisa dibohongin. Dikira bunda nggak pernah apa ngerasain kayak kamu ?! Bunda juga pernah muda kali cit ! Hehehe. Oh iya cit, nanti mau ikut Bunda nggak ?”

“Kemana bun ??”

“Yaaa… pokoknya ntar ikut bunda aja deh. Kamu pasti bakalan ngerasain hal yang beda dari sekarang. Hehehe.”

“Aduuuh.. Mau kemana sih Bun ?? Bikin penasaran aja deh. Uh !”

“Yaa liat aja ntar cit. Yaudah kamu mau apa nggak ikut Bunda ?”

“Mmm… Gimana ya Bun ?! Yaudah deh ikut aja. Daripada mati penasaran anakmu ini. Hahaha”

“Huuss ! Nggak boleh ngomong gitu nduk.”

“Eh iya Bun. Hehehe”

“Yaudah cepetan siap-siap. Lebih cepat lebih baik. Kayak katanya pak Jusuf Kalla. Hehehe”. Bunda sedikit memberikan lelucon kepadaku. Mungkin biar aku sedikit bisa melupakan masalah ini kali ya.

“Oke bunda sayaaaang !”

***

“Bun, sebenarnya ini mau kemana sih ?! Daritadi Cuma muter-muter doank. Keburu penasaran niih !”

“Sabar dikit kenapa sih nak. Bentar lagi juga mau nyampe kok.”

Aku sedikit sebal sama Bunda. Hampir satu jam lamanya kami berada di mobil dan kami masih saja belum sampai di tempat yang dimaksud Bunda itu.

Aku hanya terdiam melihat jalanan lewat kaca jendela. Ketika aku melihat jalanan aku jadi teringat akan sesuatu. Astaga ! Ini kan jalan yang pernah aku lewatin sama Aga ketika pertama kali kita ngedate.

“Nggak ! aku nggak boleh nangis. Pokoknya nggak boleh nangis ! Malu dong sama bunda” pikirku sambil melirik Bunda yang sedang konsentrasi menyetir mobil.

Semakin jauh perjalanan itu, semakin aku teringat dengan semua kenanganku dan Aga. Aku tidak bisa menahan pedasnya mataku ini. Dan akhirnya aku pun menangis lagi.

“Loh cit.. Kok jadi nangis ??. Sabar donk sayang. Nanti juga nyampe. Tenang aja”

“Bukan gara-gara kelamaan Bun !”

“Terus gara-gara apa ?? Cerita donk !”

Aku cuma menggeleng-gelengan kepala mengisyaratkan bahwa aku tidak mau untuk bercerita.

“Tuh kaan ! Sama bunda sendiri kok nggak mau cerita sih ?!!”
Aku masih saja menggeleng-gelengkan kepala. Dan sepertinya Bunda sudah capek bertanya padaku. Akhirnya bunda diam membiarkanku menangis sendiri di sampingnya.

Kacaunya pikiranku ditambah sepinya dalam mobil membuatku akhirnya tertidur sebentar. Bunda tetap saja membiarkanku terlelap dalam tangis. Dan ketika aku terbangun aku sudah dihadapkan pada sebuah tempat. Tempat yang sunguh indah dan tenang sekali. Terlihat jelas dihadapanku di hadapanku sawah yang terlihat hijau kekuning-kuningan menandakan sawah tersebut siap untuk dipanen, terlebih lagi di ujung sana terlihat bukit-bukit yang penuh dengan pepohonan hijau ditambah banyak sekali gubuk-gubuk di tengah sawah dan sungai kecil yang mengalir dengan tenang. Aku pun yang berada di dalam mobil langsung bergegas keluar untuk merasakan indahnya tempat itu. Aku sendiri masih belum tahu ini sebenarnya tempat apa. Saat aku sudah berada di luar mobil aku masih melihat bunda duduk di kursi sopir dan tersenyum kepadaku. Tak lama kemudian Bunda keluar juga dari mobilnya dan menghampiriku.

“Gimana tempatnya ? Bagus ?”

“Iya Bun. Bagus. Baguuus banget. Tempatnya tenang. Aku suka Bun tempat ini.”

Bunda kembali tersenyum padaku dan menarik tanganku.

“Mau kemana lagi Bun ?”

“Udaah.. nurut aja sama Bunda”

Akhirnya kuikuti kemana perginya Bunda. Aku tak ingin terlalu lama untuk mengetahui apa yang sebenarnya ingin Bunda tunjukkan padaku sedari tadi.

Sekian lama berjalan melewati hamparan sawah nan hijau kekuning-kuningan itu Bunda akhirnya berhenti di depan sebuah gubuk kecil berbentuk segiempat dimana kita bisa melihat ke segala arah areal sawah itu. Bunda duduk di gubuk itu sambil menikmati pemandangan.

“Bun, ini namanya tempat apa sih ? Kok aku baru tau ada tempat seindah dan setenang ini ya”
Bunda hanya tersenyum sambil masih melihat hamparan sawah di depannya.

“Loh kok cuma senyum sih Bun. Ini namanya apa sih ? Tuh kan ! Selalu bikin penasaran.”

Bunda masih saja tersenyum.

“Bun daritadi senyam senyum mulu ah. Ditanyain anaknya ini tempat apa juga.”

Akhirnya Bunda pun berkata
“Ini namanya di bawah kolong langit”.

“hah ? Maksudnya Bun ? Aku nggak ngerti deh.”
Bunda tersenyum lagi.

“Bunda mau cerita sama kamu Cit.”

“Cerita apa ?”

“Kamu tahu kenapa Bunda ngajak kamu ke tempat ini ? Kamu tahu kenapa tadi kita cuma muter-muter di jalan sampe akhirnya kamu protes ke Bunda ?”

“Enggak Bun. Emangnya kenapa ?”

“Disaat umurmu yang sudah bertambah dewasa ini Bunda pengen kasi tau kamu 1 hal tentang hidup cit. Hidup itu penuh dengan suka dan duka. Dan kamu mungkin saat ini sedang merasakan duka di hidup ini. Masalah cinta. Itu wajar kok. Bunda juga pernah mengalami seperti itu. Tapi yang Bunda sedikit merasa kepikiran adalah ketika kamu terus-terusan larut dalam kenangan. Bunda tahu perasaan itu. Memang sulit untuk kita melupakan semua kenangan-kenangan indah itu. Mungkin sekarang kamu bertanya-tanya mengapa Aga tega nyakitin perasaanmu padahal kamu udah berusaha menjadi yang terbaik untuknya. Kamu tahu nggak kunci dalam hidup ini adalah sabar dan ikhlas. Kalo pengen sabar dan ikhlas jangan pernah menghitung seberapa besar yang sudah dikorbankan.”

Aku hanya bisa terdiam dengan kata-kata Bunda. Tapi Bunda mungkin sudah tahu apa yang ada dalam pikiranku hingga dia membiarkan aku sejenak untuk memikirkan kata-kata itu.

“Dan satu hal yang perlu kamu tahu, hidupmu bukan cuma sampai sini aja. Masih panjang nak jalan hidupmu. Kalo mau nangis, nangis aja nggak apa-apa. Nggak usah ditahan. Tumpahin semuanya sekarang.”

Ternyata memang benar. Aku pun akhirnya menumpahkan semua air mataku saat itu juga di bawah kolong langit. Aku benar-benar telah dibuka pikiranku oleh Bunda. Aku baru menyadari kalo terus-terusan nangis nggak akan nyelesaiin masalah. Justru akan membuatku selalu teringat-ingat tentang Aga.

***

Hari pun tak terasa sudah semakin sore. Aku dan Bunda akhirnya memutuskan untuk kembali lagi ke rumah. Keceriaan sudah mulai nampak padaku. Yaaa.. walopun belum semuanya. Tapi itu sudah cukup membuat Bunda senang melihat perubahanku ini.
Di dalam mobil aku berfikir. Aku nggak nyesel kok pernah ketemu Aga. Aku juga nggak nyesel pernah jadi bagian dari Aga. Justru dengan ini aku telah mendapatkan 1 pelajaran hidup untuk kedepan yaitu menjadi orang sabar dan ikhlas seperti kata Bunda itu.
THE END :)

Puisi Persahabatan : Kau, Kopi dan Hari


tak ada yang lebih bisa merealisasikan dirimu
selain secangkir kopi yang tersuguh panas di meja

takarannya begitu pas ketika kusesap sesekali
sebuah rindu pada lengkung senyum di wajahmu
terbentuk di imajinasi lewat kepulan uapnya
terasa begitu lembab dan basah
seperti baru semenit lalu kau lemparkan

siang menjadi terlalu krodit saat layar monitor
menyajikan sederet lalu lintas angka matrix
membuat kepalaku semakin pening saja
pada secangkir kopi
bayangmu tercermin di pekat hitam warnanya
seolah berkata bahwa kau selalu bersamaku
dan aku akan baik-baik saja

lepas lelah di beranda sore
kutunggu merpati elektronik mengantarkan kata-katamu
ada tawa kecil yang larut dalam cangkir kopiku
saat kata-katamu menyentuh syaraf canda
jarak serasa sudah tergulung saja
kau dekat sekali di sini
seperti kopi yang selalu tersaji panas untukku

Kisah Cintaku


Hari ini aku hanya diam sendiri tanpa ditemani siapapun. Aku seperti anak kcil yang ditipu oleh permen yang manis . huh, hatiku amat kaacau setelah aku tertipu oleh orang yang benar-benar aku sayang tapi dia meninggalkanaku seperti barang yang sudah tak terpakai . mulutku ini enggan tersenyum setelah dia ninggalin aku sendiri , mungkin orang2 yang menasehatiku tuk menjauhi duri itu mentertawakanaku sekarang bahkan lelaki2 yang ingin menjadi hatiku juga mentertawakan ku karena aku BODOH.


Aku Mei gadis polos yang gampang patah hati dan lemah . Dulu aku pernah pacaraan dengan bintang sekolah yaitu kak Ebi lelaki yang sekarang aku benci , yang sekarang mamabuatku selalu menangis .
“ kamu putus lagi Mei ? “ ujar Dina temanaku.


“ Please y din jangan ketawain aku . aku ngaku aku bodoh Din “ sedih aku.
“ iya kamu Bodoh kapan sdarnya. udahlah kamu jangan sedih banyak lelaki ko yang mw m kamu, kamu hanya belum nemuin lelaki yang benar-benar sayng kamu apa adanya. “ senyum Dina sambil memelukakaku .
“makasih Din .” senyum ku.
Bel masuk kls pun berbunyi . hhah, aku bertemu dengan dia lagi . DEG. Sakit banget tapi dia malah tak peduli aku ADA !!


“hey gadis cewekpet masuk “ teriak Ketapiin. Dia yang selalu nyemangatin aku , kalian tahu dia pernah jadi pacaarku tapi aku putussin gara-gara lelaki duri itu .
“ iya “ ujar ku sambil pergi kakakls.
Tiba2 ketapiin dateng kbangkuku .
“ din boleh tuker bangku dengan w shari aja “ ujar ketapiin.
“ oh. Boleh “ ujar Dina sambil pergi kbangku ketapiin didepan.
“kayanya kamu ada masalah mw share with me “ tanya Ketapiin.
“aku mw minta tolong kakakamu “ ujarku.


“ minta tlong apa? Slahkaan blg aja “ senyumnya.
“ Q putus m kak Ebi . Kmu mw nyemangaatin aku ? ujarku.
“hah ko putus sih mei?? Kanp?? Jngn donk, udah pada lelakilelakik , masa kalian putus? “ tanyanya.
Aku semakin kesel denganr perkataan Kevin.
“jangan bilang aku m dia lelakilelakik, aku tak ska. Yaudah pergi sana mlaja aku share m kamu”
Kin pun tak bilang apa’
Bel pulngpun berbunyi
Aku cpt2 keluar . n aku bertemu kak Yogi temen lelaki duri itu
“ Mei ?”sapa kak Yogi.


“kak Yogi. Kebetulan pengen curhat “ujarku
“silahkan aja . ikut kakak kakakanti yu, dsna curhatnya”senyum Kak Yogi
Dan kami pun pergi menuju kantin .
“ silahkan duduk “ senyum kak Yogi
Aku m kak Yogi pun duduk
“ Ok . mw curhat apa?”tanya kak Yogi
“kak Yogi Mei nyesel banget nerima lagi kak Ebi.”sedih aku
“loh ko gitu mei , kanp? ”penasaran kak Yogi
“jangan ngtawain y kak. Mei dulu ruajanya tak nerima Kak Ebi, klo bakal skt banget kya dulu . Mei dan Kak Ebi dah putus karena dia jenuh m Mei. Mei bodoh “ sedih aku sambil menahan air mata ini
“hah . seburuk itu kah , kakak liat, kalian slama ini damai2 aja ah. dFB twitter akur banget kakak perhatiin. Ko tiba2 jadi gini”ujarnya


“ Gtahulah kak . mei sperti brang klo udah bosen di buang“mrah aku
“heh jangan blg gtu. Emama ap yang bisa kakak bantu Mei ?? biar kalian bisa kaya biasa lagi”bingunk kak Yogi.
“ manak gitu kanyataannya kak. Y mungkin Kak Ebi manak Gitu kali. Mei bakal berusaha lupain dia , Mei gmw kaya dulu lagi yang nglakuin hal bodoh karena Kak Ebi ! tapi gmna caraanya” cewekmberut aku
“ya kakak gtahu manja , jalani aja kayak biasa dulu aja lah Mei . nyantai” ujar kak Yogi sambil mencubit tanganaku
“sakit kakak”ujarku sambil nahan sakit
“ mei kamu itu masih muda jalanya masih panjang, tak usah ampe berusaha pengen nglupain gitu, ntarr malah susah ngelupain lagi . mengerti”senyum Kak Yogi
Wah . . keren abis ni lelaki , beruntung banget yang dapetin kak Yogi pasti cewek itu damai bila deket Kak Yogi kaya aku skrang adem banget^^


“heh ko nglamun minum nih biar pikiran kamu tak stress n berdoa mei mnta dikasih jalan terbaik wat kamu”senyumnya sambil memberi ku air minum
“ iya kak”sambil membawa minuman dari kak Yogi
“makasih banget y kak , dah mw nerima curahan hati mei,Hah Mei BODOh banget tertipum lelaki kaya Kak Ebi , huh” ujarku
“hmama. . kakak seneng ko denger cewekrita dari kamu Mei. Udah jangan marah2 terus jelek tar cewekpet tua .hehe”ujarnya
“yeee Mei bakal ttp muda tahu pake susuk :p ”senyum ku
“nah gitu senyum kan manis , , ”senyum kak yogi
“pinter banget ngrayunya . kak . . mei pulang duluan tkt dmarihi mama klo tlat . hehe”ujar ku sambil pergi
Thanaks banget kak Yogi , kaka seperti malaikat dalam hidupku.
Aku pun pergi menuju parkiran , ah Sial aku bertemu dengan lelaki duri itu.
Tiba2 dia menarik tangan ku .


“mei jangan kira kita putus gara-gara aku mau cari cewek lain, w gini karena w tak mau lo sakit lagi gara-gara w yang tak berguna ini”ujar lelaki duri itu
“udahlah mei tak perlu penjelasan dari kakak , yang maei tau kakak itu penipu . . udah mei mau pulang”bentak aku sambil melepaskan tangannya.
Aku pub segera pergi menuju motor ku dan pergi ninggalin lelaki duri itu.
Disepanjang jalan aku mendengarkan lagu Hello_ular berbisa . aku banget , lagu itu lama2 membuatku yakin bahwa aku tak layak mencintai lelaki duri itu.
Akupun tiba dirumah .


Dan aku menuju rumah dan duduk diruang klg
“kenapaa kamu mei jutek gitu”ujar mama
“mei lagi kesel mah . jangan tanya kanpa mama juga tau kan lelaki uler itu”kesel aku
“loh udah ganti lagi namanya asalnya lelaki duri , , , hah kamu itu mei terlalu banyak berharapa m Ebi , mama dah nasehatin m kamu jangan terlalu serius m lelaki kamu itu masih muda sayang . . dan akhirnya anak mama ini sakit hati . sudahlah lelaki masih banyak ”senyum mama sambil memelukakaku
Hah . . mama yang bisa watku nyaman selain Kak Yogi .
“maksih mama , mei sayng mama”senyum ku
“iya mama juga sayang mei , bau apa ini cewekpet mandi”ujar mama sambil mencium bau badanaku
“hehe . iya ,mah Mei mandi tadi mei ada pelajaran olahraga”ujarku sambil pergi kakakamar mandi .
Setelah mandi dan ganti baju aku berbaring dkamar n ku liat hpku ada panggilan tak terjawab 5kali . hah lelaki uler itu , ngapaain dia mc aku lagi, udah ah aku tak mau berhub. Dengann dia cukup aku sakit hati lagi . .
Aku tak mau denger perkataan dia lagi . . huh AKU BODOH !!!
“mei buka pintunya ada temen kamu Dina”teriak mama
“iya mah”
Aku pun segera turun menuju ruang tamu .
“hei Dina . . Tumben kamu ksini . heh”seneng aku
“tak butuh temen curhat ni . . y aku BT di rumah mei . huh”ujarnya
“kakakamar aku yu”
Aku pun dan dina pergi kakakamarku
“tadi aku bertemu Kak Yogi”ujarku
“kak yogi temennya Kak Ebi”tanyanya
“iya . . tau tak din dia tuh bae banget m aku . . aku ngerasa nyaman aja m dia”malu aku
“waw . , kamu jatuh cinta m dia kali mei. . temen makan temen org dunk . haha” ujar Dina
“dia tuh beda banget ma lelaki uler itu , , kak yogi lebih menghargai cewek daripada lelaki uler itu penipu . AH aku BODOH”kesel aku sambil melempar boneka dari lelaki uler itu


“tapai kamu masih sayang kan m kak Ebi?”tanya Dina
Akupin menganggukakakan kepala
“udahlah mei kalo kalian jodoh pasti ketemu lagi , makannya jangan terlalu bserius m satu lelaki , kayak aku donk punya pacar dimana2”ujar Dina
“y aku juga pengen tapi takut kena karma, aku kan waktu m lelaki uler itu aku bandel jadi skarang aku syang syang banger m dia , serba salah y ??”kesel aku
Tiba2 mama dateng
“ni tante bawain makanan n minuman ”ujar mama
“lagi cewekrita siapaa paasti lelaki uler itu y”senyum mama sambil duduk
“iya tante . . ni cewekrita ci uler terus”ketawa Dina
“oh . suda ktebak . silahkan Din cicipi kue buatan tante, tante pergi dulu”ujar mama sambil pergi
“iya tante makasih banyak”senyum Dina
Tibaa2 hpku berbunyi ternyata ada sms dari lelaki uler itu
“aku sayang kamu”
“hah ”kaget aku
“ada apaa”tanya Fina
Dia langsung mengambil hpku
“whats????!!!!!!!!!!!!!!!! Lelaki ini dah gila kali y, dia yang mutusin kamu tapai dia blg gitu . . gila bener lelaki ini . kamu dah dipermaenkan m lelaki uler ini . dasar gila ni lelaki”marah Dina
“ya aku tau dia cuman mempermainkan aku . . L”sedih aku sampe ngelemppar hp ku lantai
Tak terasa sudah malam , Dina pulang
Di kamar


Kenapaa sih Uler kamu ngemainin hati aku , salahku apaa m kamu . .
Aku sayng m kamu tuh tulus tapai kamu giniin aku . . dasar kamu uler berbisa . . . aku nyesel m kamu kanp aku ketipu m rayuan gombal kamu . aku nyesell ya TUHAN !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
Esokanya
Hah . . males banget sekolah , aku gmw ketemu lelaki uler itu . . TAK MAU KETEMU !!!!
“heh anak males bangun”teriak mama
“mama boleh tak Mei, tak skolah hari ini mei puyenk mama L”sedih aku (pura-pura :D)
“kanpa tak sekalian pindah sekolah aja Mei ??”senyum mama
“waaah > itu ide bagus banget mah , tapai pindah kmana y . . huh bingung”ujarku
“anak ini”marah mama sambil menjewer telingaku
“mama sakiiiiiiiiiiiiiiiit :’(”teriak aku kesakitan
“makanya jangan bicara macewekm2 . cewekpet mandi”teriak mama
“iya mama ku sayang , huh”kesel aku
Dan aku menuju kamar mandi
Setelah bersiapa2 q segera sarapaan
“are you readia honey”ujar mama
“I don’t know :/”jutek aku
Setelah sarapaan aku brangkat sklah
SEMANGAT !!! I CAN DO IT !!!
Setelah tibanya aku di sekolah
SIAL ada lelaki uler itu lagi
“mei aku sayang kamu”bisik dia
“hei kalo kamu sayang, kamu jangan ninggalin aku. Kamu cuman mainin aku . . dasar lelaki uler”bentak aku, tapai sayangnya aku tak bisa blg gitu huh
“oh gitu y kak”ujar ku sambil pergi menuju klaja
Huh . . tumben banget aku jtek gitu tak kaya dulu aku ngjar2 dia sampe aku sakit hati banget . huh BT
“hello mei”ujar ketapaiin


“apaa kamu nyapaa2 aku org nyebelin”jutek aku sambil menuju bangku aku
“ih lo jutek banget , masih marah m gue”ujar dia
“SO . . aku tak boleh marah m kamu lelaki nyebelin”jutek aku
“mening kamu pergi, aku lagi sensi”bentak aku
“OK terserah gue pergi”Ketapaiin pergi dengan Kesel
Maafin aku , aku harusnya tak melampiaskan ini semua pada kamu.
Akhirnya pulang juga.
Aku segera pulang karena aku ingin menenangkan diri dirumah
Sesampainya dirumah
Rumah begitu sepi , mama ternyata belum pulang. Aku segera menuju kamar dan langsung berbaring masih memakai seragam.

Tiba2 hpku berbunyi ada telepon dari Dina. Aku segera mengangkatnya
“hallo ada apa Din?” tanyaku
“kamu gtahu mei Kak Ebi jadian m Kak Tia . mereka kan temenan kok bisa???”ujar Dina
Deg Deg jantungku sakit banget dengar itu semua . teringat msa lalu Kak Ebi pernah berkata
“ini siapaa Ay”tanyaku
“sumpah itu temen tapai kta temen Kakak dia suka m kakak , tapai sumpah kita temenan ko yang kan kakak hanya sayang m kamu doang”senyumnya
Hah jadi itu semua boong dia ,mutusin gara-gara dia . omongannya mang tak bisa dpercya
“haloo haloo mei . are you sure”terdengar Dina terus memanggilku
“im not sure, aku tutup”ujarku dengan tidak percya perkataan Dina
Aku segera FB aku . Deg aku pertemananaku dblokir !
Tiba2 hpku berbunyi pritapaiate Number tapai aku tak mengangkatnya karena pasti itu dia.
terus mengriajaect tlpnya
SMS : Aku minta Maaf semoga kamu dapaet lelaki yang lebih baik dari aky
Air mataku mengalir terus mengalir, kenpa kamu sejahat itu kenpa ??????????????
Aku menangis tak tertahanakan . tiba mama datang mungkin mama mendengarkanaku menangis .
“ada apaa sayang”ujar mama sambil memelukakaku
“mama Ebi jahat Dia pembohong . Mei benci Kak Ebi”tangisku yang membasahi baju mama
“tenang sayang, masih banyak lelaki yang lebih dari anak itu”mama berusaha menegarkanaku. Mama terus menasehatiku sampai hatiku mulai tenang kembali

***

Esokanya aku mulai membaik benar kata pepatah more pain more strong .
Aku mengawali hari ini dengan senyuman , senyuman termanis yang aku miliku
Walau berat aku melangkah menuju sekolah tapai perlahan lahan aku melewati gerbang dengan begitu yakin walau sudah ada sepasang badai tepat didepanaku. Aku tersenyum dengan manis. Mereka pun tersenyum. Setelah melewati mereka hatiku hancur tapai sebuah tangan memegang tanganaku
“ayo masuk”Ketapaiin tersenyum padaku seolah olah dia tak mau aku terluka. Aku tak tau bagaimana kedepanya tapai aku yakin Tuhan sudah memberiku Cinta sejati tapai mungkin Cinta sejati itu masih disimpan Olehnya. Sekarang aku sendiri menikmati kebebasan dan menunggu Kirimana dari Tuhan

END

Cerpen Tentang Cinta Jarak Jauh : Jarak Cinta Karya : Shela Kusuma J




Meita baru saja menerima amplop yang di dalamnya berisi kertas yang menyatakan apakah ia lulus ujian nasional SMA tahun ini. Tentu saja perasaannya deg-degan sekali sebab tulisan di kertas itu sangat menentukan apakah usahanya belajar selama tiga tahun di SMA Negeri 1 Kendatala sia-sia atau tidak. Dengan nafas yang masih tersengal-sengal karena dipeluk oleh teman-temannya dengan kencang sembari meluapkan ekspresi kegembiraan dan rasa syukur sebab mereka sudah dinyatakan lulus terlebih dahulu daripada Meita. Baru beberapa detik Meita merobek amplop dan mengintip isinya, Meita langsung melonjak kegirangan. Mama Meita menjadi sasaran kegembiraan dia. Tante Restanti hanya geleng-geleng kepala menyaksikan tingkah lucu putri sulungnya yang masih tetap menggelendot manja di pundak Tante Restanti.


Tiba-tiba lagu pretty boy dari M2M mengalun dari handphone Meita yang berada di saku roknya. Getaran ringtone itu membuat Meita geli lalu cepat-cepat melihat sms dari siapa yang dating. “Mei mama pulang dulu ya. Kalau kamu mau main dulu sama temen-temen kamu mama izinin kok,” ujar Tante Restanti. ”Oke sip Ma”, timpal Meita sembari melihat sms yang masuk.
From : Becak (+6285740968***)
Message : ”Gimana Kodokku Cantik kamu lulus apa gak?
Meita hampir saja lupa memberi tahu Genta pacarnya tentang kabar gembira ini. Untung saja Genta sms disaat yang tepat.
Buru-buru Meita mengabarkan bahwa ia lulus kepada Genta. Genta adalah pacar Meita yang baru duduk di kelas sepuluh satu sekolah dengan dia.
Euforia kelulusan kelas dua belas telah usai sekarang saatnya mereka yang dinyatakan lulus untuk memutuskan akan melanjutkan ke perguruan tinggi, melamar pekerjaan lalu bekerja atau pilihan lain yang mereka tentukan sendiri.
”Ma aku bosen di rumah ni. Bingung mau ngapain. Pengen main tapi kok temen-temen pada sibuk mendaftar kuliah,” ujar Meita sambil menggerutu.
”Ya udah sono kamu juga ikutan mereka aja daftar. Nemenin mereka toh juga gak papa si Mei? Jangan mentang-mentang kamu udah tenang gara-gara keterima PMDK. Kamu juga perlu tahu gimana susahnya cari kuliah,” jawab Tante Restanti.
”Iya-iya Ma. Aku turutin saran mama deh. Lagian si Genta juga masih sekolah paling,” ujar Meita.
Meita mutusin buat nelpon Fani ”Blonde” sahabatnya sejak TK.
”Hallo Blond planning lo hari ini ngapain aja?”
“Hmm apa Mih suara lo kagak kedengeran ni. Speaker hp gue soak,” jelas Blonde sambil nguap dan kucek-kucek mata.
”Ah elo mah molor mulu. Elo mau ngelengkapi berkas-berkas pendaftaran gak? Hari gue lagi baik hati mau banget nemenin elo Blond.”
”Eh eh tunggu. Elo ngomong apa Mih? Tumben elo baik gini. Lagi kumat apanya ni? Jangan-jangan elo ada pamrih ya?” selidik Blonde.
”Ih elo parno mulu pikirannya ke gue. Gini-gini gue jelasin detailnya. Gue hari ini boring banget gak ada kerjaan. Tu si Becak juga lagi sekolah. Gristi adik gue juga sekolah. Mama kerja. Masak gue di rumah sendirian ma kura-kura gue. Bisa lumutan ni badan.”
”Oh gitu. Iya deh kamu ntar temenin gue ke SMA ya? Gue mau cari piagam gue yang masih disimpen sama Pak Tamto. Itung-itung kalo elo lagi mujur elo bisa ketemu sama Genta.”
”Oke siip Blond. Dua puluh lima menit lagi gue sampai ke rumah elo. Sono buruan elo mandi.”
”Beres Mih.”
Lima belas menit kemudian Meita sudah meluncur ke rumah Blonde dengan skuter matik keluaran terbaru. Jarak rumah Blonde dengan rumah Meita cukup jauh juga si. Kira-kira sepuluh kilometer.
”Tin-tin-tin.”
Meita membunyikan klakson motornya setibanya di depan rumah Fani ”Blonde”. Biasanya Meita langsung turun dari motornya sambil menggedor-gedor gerbang rumah Blonde yang terbuat dari besi tak lupa dengan teriak-teriak memanggil nama Blonde.
Blonde sudah hapal dengan kelakuan temannya yang satu ini jadi dia sudah maklum dan hanya bisa ketawa melihat tetangganya ngomel dengan ulah Meita.
”Rambut elo benerin dulu tu Mih. Apa gue harus pinjemin elo sisir?”
Dasar si Meita emang muka tembok tanpa ragu-ragu dia mengiyakan tawaran si Blonde.
Lima menit mereka habiskan hanya untuk ngobrol di depan rumah Blonde. Blonde melirik jam monol square yang melingkar di pergelangan tangannya.
”Mei ayo buruan berangkat udah jam sepuluh ni.”
”Ayo Blond. Pake ni helm.”
”Gue naik ke motor elo sekarang ya?”
”Iya Blond. Pegangan ya. Gue mau pacu ni motor sekenceng mungkin.”
”Dasar gila elo. Ati-ati. Awas ya gue belum nikah sama Mas Fredo.”
Mereka berdua langsung berubah mimik mukanya ketika sampai di depan SMA Negeri 1 Kendatala.

”Sumpah Mih gue bangga banget sempet bisa sekolah di SMA segede ini. Apalagi kita menghuni kelas KEDUBES ID dengan segala kegokilannya.”
”Haha iya dong.”
Tiba-tiba suara yang familiar di telinga mereka mengagetkan lamunan dua anak-anak yang lagi kegirangan ini.
”Meita ? Fani ? Mau ngapain ?”
”Ehm oh,” jawab mereka setengah kaget terbata-bata.
”Bu Gik ? Kita ke sini mau ngurus piagamnya Fani Bu.”
”Iya Bu. Piagam saya masih di sekolah dan disimpan Pak Tamto.”
”Ya sudah selesein dulu kepentingan kalian. Semoga sukses ya.”
”Iya. Amin dan makasih ya Bu.”
Kira sudah dua jam mereka berada di SMA Negeri 1 Kendatala dan urusan Fani sudah selesai namun mereka belum juga ketemu dengan Genta.

Mereka mutusin buat kangen-kangenan dulu ke kantin Pak Alex. Jaman-jaman ngutang es dan gorengan habis pelajaran olahraganya Pak Wal, tambah sate kerang tapi gak bayar, mie ayam minta tambahan suwiran daging ayam. Pikiran mereka melayang kepada kenangan masa lalu. ”Nice and sweet memory,” batin mereka.
“Mei itu si Genta.”
“Gentaaaa,” panggil Mei.
Genta masih kebingungan karena belum menemukan asal suara yang memanggilnya. Genta memutuskan untuk berlalu begitu saja dan tak menghiraukan asal suara tadi.
”Gen kayaknya tadi ada yang manggil kamu deh,” tanya Aria teman Genta.
”Iya sih Yak tadi aku juga denger. Tapi aku bingung siapa yang manggil aku. Suaranya kayak familiar banget di telinga kita ya?”
”Hmm. Bener sih katamu Gent.”
”Tadi kan kita terburu-terburu takut telat lalu dimarahi Pak Wal.”
”Ya udahlah Gen lupain aja suara tadi.”
Genta dan Aria menganggap suara tadi hanya halusinasi dan imajinasi mereka belaka. Padahal tadi kan memang ada suara yang memanggil Genta. Bagaimana kalau Meita tahu soal ini ya? Pasti dia langsung sedih dan merasa sudah tak ada artinya di hati Genta.
Meita memilih untuk sms Genta terkebih dahulu.
To : Becak (+6285740968***)
Message : “ Cak kamu tadi kok gak noleh si waktu aku panggil?”
Lima menit kemudian balasan dari Genta diterima Meita.
From : Becak (+6285740968***)
Message : “Apa Kodok ? Kapan kamu manggil aku ? Kamu ke sekolah tadi ?
Sepuluh menit kemudian Genta menerima balasan pesan dari Meita
From : Kodok (+6285727802***)
Message : ”Alah kamu sama suara pacar sendiri aja lupa. Ya uda deh mending ngurusin cewek laen aja sana !!!! L”
Maksud Meita mengirim pesan singkat semacam itu adalah agar pacarnya mengubah sikap playboynya yang selama ini sukar dihilangkan.
Sudah seminggu lebih Genta dan Meita tidak kontak-kontakan. Keduanya kukuh mempertahankan pendapat masing-masing. Mereka tidak ada yang mau saling mengalah. Ego mereka berdua memang gede banget.
Fani ”Blonde” sebagai sahabat Meita tak tega melihatnya. Ia berinisiatif untuk menasehati Meita.
”Mei udahlah kamu yang umurnya lebih gede daripada dia mendingan ngalah dikit gak papa lah. Toh ini juga buat kepentingan kalian berdua.”
”Blond aku udah capek. Selama setahun lebih kita pacaran sikapnya gak berubah-berubah.”
”Iya itu konsekuensi elo terima dia jadi pacar kamu. Elo kudu siap nerima dia apapun keadaannya.”
”Iya-iya !! Hati gue sebenarnya gak tahan juga lama-lama didiemin ma dia mulu. Gue telpon dia deh.”
Meita memencet tombol di handphone Nokia E 51 miliknya. Sudah bisa ditebaklah nomor siapa yang dia hubungi. Baru beberapa detik saja sudah ada tanda bahwa nomor Genta aktif. Entah kenapa selama tiga menitan kuping Meita ditempelin di speaker handphonenya yang ia dengar hanya lagu ” I Will Fly ” kepunyaan Ten 2 Five.
”Ni anak ke mana sih? Ditelepon gak diangkat-angkat. Bangga banget dia bikin idup gue kayak gini. Dasar cowok !!!” umpat Meita di batin.
Tak disangka di ujung telepon muncul suara serak cowok yang membuat jantung Meita berdegup kencang.
”Napa Kodok tumben nelpon aku? Udahan ya marahnya ?”
”Ih pede banget kamu Cak. Maksudku nelpon kamu tu, ntar malem kita ketemuan di kafe tempat biasa. Jam tujuh kamu jemput aku ya !”
”Telpon-telpon malah nyuruh-nyuruh. Huu dasar kamu Kodok jutek J. Kamu dandan yang cantik ya.” Emmuacch. Bye.”
Mulut Meita tersekat mendengar kalimat penutup yang keluar dari mulut Genta. Dia hanya bisa menelan ludah dengan muka berekspresi kaget.
Sudah tak sabar Meita menanti pukul 19.00 WIB. Dari tadi dia hanya mondar-mandir kamar dan teras rumah.
”Mei pakaian kamu dirapiin dulu tu. Ngapaian sih diberantakin semua. Pakai dikeluarin dari lemari semua??” omel Mamanya.
”Upps iya deh Ma. Tadi Meita lupa sih. Saking semangatnya mau ketemu Genta.”
”Ciee anak mama lagi girang kayaknya malem ini.”
Gristia adik Meita pun ikutan nimbrung.
”Kak nanti jangan lupa Grist titip silver queen chunky bar ya?”
”Ih enak aja kamu nyuruh-nyuruh aku ?”
”Iya kamu paling nanti juga gak beli kan ? Paling kamu juga nanti dikasih sama Kak Genta. Ihiiir. Liat tu pipi tembebmu berubah merah kayak kepiting rebus J”
Deru knalpot menghentikan pembicaraan tiga perempuan sedarah tersebut.
“Ma, Grist Meita berangkat dulu ya.”
”Iya ati-ati,” jawab Tante Restanti dan Gristia serempak.
Angin malam yang semilir menyelinap masuk ke kulit yang membalut tulang-tulang yang menyusun badan Meita.
”Kamu kedinginan ya Kodok?”
”Ih sotoy banget kamu Cak,” jawab Meita gengsi sehingga ia terpaksa berbohong.
”Gak usah bohong deh. Udah ketahuan tangan kamu dingin kok. Pakai jaket aku ya?”
Awalnya Meita enggan mengiyakan tawaran Genta. Akhirnya ia mau juga setelah dipaksa.
Mereka memilih tempat duduk dengan view keramaian malam jalan di kota Kendatala.
Obrolan mereka pun mengalir ringan dan penuh canda tawa yang mencairkan suasan kebekuan selama seminggu lebih ini.
”Cak apakah kamu masih akan sayang ma aku kalau aku nanti berangkat kuliah ?”
”Iyalah Kodok sayang. Aku akan setia menjagamu. Karena rasa yang sudah lama tumbuh ini sulit untuk dilenyapkan. Telah lama kusimpan di tempat khusus dalam hatiku.”
”Kamu gak lagi ngegombal kan ?”
”Mana bisa aku gombal Kodoook ?”
”Idih keliatan deh boongnya. Jelas aja kamu pintar ngegombal. Kamu aja udah terkenal playboy gitu kok. Hehehehe.”
”Haha sudahlah gak usah bahas itu lagi.”
Mereka menikmati dinginnya malam berdua.
Malam itu adalah malam yang indah bagi mereka pasangan yang tengah menikmati indahnya cinta J.
Dua bulan berlalu.
Meita sudah resmi menyandang status sebagai mahasiswi STT Telkom Bandung setelah melalui serangkaian acara OSPEK.
Sejauh ini hubungan Meita dan Genta lancar-lancar saja. Terkadang muncul masalah-masalah yang membuat hubungan mereka semakin indah. Masalah itu mereka hadapi dengan mudahnya.
Namun sayang. Baru dua bulan lalu merayakan dua tahun hubungan mereka, Genta tiba-tiba saja mengambil keputusan untuk mengakhiri hubungan mereka.
Meita tentu saja kaget bukan main dengan keputusan tiba-tiba dan sepihak yang diambil sama Genta.
Meita sedih banget. Dia gak bisa bohongin perasaannya kalau dia sudah sayang banget sama Genta. Dia gak ngira Genta bisa nglakuin hal setega ini padanya. Genta sanggup buat ngrobohin tembok cinta kokoh yang sudah mereka bangun selama ini.
Bandung, 23 Desember 2010
” Orang yang aku sayang ninggalin aku karena jarak yang misahin kita. Dia udah punya penggantiku, tapi aku senang karena dia tetap kembali ke aku seberapapun jauhnya dia pergi. Awalnya aku gak peduli dengan orang lain selama aku bahagia. Tapi ternyata tetap sakit, aku sakit melihat dia dengan yang lain daripada ketika aku melepasnya. Kemudian aku sengaja membuat dia mau atau tidak akan tetap melepas tanganku. Dan sekarang usahaku berhasil, harusnya aku senangkan???????
Tapi kenapa aku sakit yah???? Ya Allah aku sakit. Menyadari kalau kali ini aku memang benar-benar sudah kehilangan dia. Maafin Meita ya Allah. Meita menangis malam ini. L ”
Kalimat-kalimat itu yang Meita tulis di diarynya. Malam itu Meita ngeluarin semua uneg-uneg dihatinya. Air mata pelan-pelan meluncur dari pelipis matanya.
”Arrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrggggggggggggggggggggggh Genta jahaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa !!!!!!!! L ” teriak Meita.
”Apa si salahku ke kamu Gen?? Kok kamu tega banget ma aku. Apa kamu gak tau ya? Aku sayang banget ma kamu. Udah berkali-kali kamu nyakitin aku tapi aku maafin kamu terus kan? Sering banget aku dianggep bodoh ma temenku hanya gara-gara kelakuanmu???Gilaag banget ya aku bisa pacaran ma playboy .Busuuuuuk.” TT

Guling jadi sasaran empuk kemarahan Meita. Dicabik-cabik, dipukuli, dibentur-benturkan ke tembok. Parah banget pokoknya.
Paginya mata Meita sembab dan menghasilkan mata panda yang menghiasi muka manisnya.
Pikiran Meita nglantur kemana-mana. Konsentrasinya buyar.
”Jadi sudah begini adanya ya?? Hemmmmmmmmmmmmmmmmmph..Salaaah aku ternyata. Ya ya I see.. I know I’m nothing. Sadar kok . Mei Mei Meita. Inget Meit.” L
Tiap hari selalu saja begitu. Meita menuhin diary, status di jejarsos (jejaring sosial) seperti facebook, twitter, blogg, ym, bbm, ovi, dll tentang perasaan di hatinya.
”Everything change. Everything falls apart. Life must go on. And I can’t stuck here. I’ll do recover my heart, and my life again. Everything. Don’t worry. I’ll be fine. J”
”Sepertinya memang fondasi hubungan kita yang sudah rapuh dari awal. Maunya gini gini gini gini. Tapi gak ada guna. Gak ada perubahan sedikitpun dari Genta. Yasudahlah aku saja yang berubah. Berubah sebisa mungkin belajar gak sayang lagi ke dia.”
”I can keep my eyes just for him. Aku yang terlalu sayang atau bego ya ?? Kenapa aku bisa ngertiin kalau dia sebrengsek itu. Dan aku peduli. Hmmmp.. Kayaknya ada yang salah dengan aku.”
Dan ini adalah tulisan yang paling menohok.
” Dear Genta.”
”Aku pernah bilang seberapapun sulitnya hubungan ini. Meski akan banyak hati yang terluka karena kita. Kita tau, kita gak segampang ini dipisahin. Masih akan ada banyak pelangi setelah hujan. Walaupun sudah punya yang baru masing-masing nantinya. Rasa kita masih sama. Masih ada. Dan masih dalem. Sekalipun jarak yang misahin. Kita pasti kembali lagi. Anything, that words always resound in my head. Dan cuma itu yang aku yakini. Aku sayang kamu apapun yang terjadi (my) love is blind. How many times you hurt me ?? I don’t know.. Sayangku ke kamu dah bener-bener nutupin rasa sakit buat hatiku. Mungkin Allah belum izinin kita. Allah pasti punya jalan yang indah buat kita. Allah tahu gimana rasa kita. Aku yakin Allah tahu. Izinkan aku sayang kamu karena Allah ya ?
T_______T
T_______________________________________T
My head is telling me not to love you but my heart is telling me something different.. AWWWWWWWWWWWW J


--------------------------------------------------------------------------------------------------------------




This story is dedicated for my beloved sister J

wahh itulah sebuah Cerpen Tentang Cinta Jarak Jauh : Jarak Cinta yang sangat bagus sekali menurut saya, heheh mau tau gak biodata pembuat cerpen ini?

Nama : Shela Kusumaningtyas
TTL : Kendal, 24 November 1994
Kelas : 12 IPA 4
No Hp : 085726878991
No telp rumah : (0294) 383205
Alamat rumah : Jl. Sri Agung No 38 Cepiring Kendal
Sekolah : SMA Negeri 1 Kendal
No Telp sekolah : (0294) 381136
Email : kusumashela@yahoo.co.id , kusumacel@gmail.com
Fb : shela kusumadepo nindityas
Twitter : @celcolcil
Alamat Sekolah : Jl. Soekarno-Hatta Kendal 51351 Jawa tengah

Kenapa baru ngomong sekarang?

Aku serasa orang bego yang amat sangat dungu.
Aku juga gak minta sama Tuhan untuk bersatu dengan dia.
Tapi toh Tuhan, Engkau pertemukan dengan dia.
Sebut saja Mr. S.

Napa harus Mr. S ?
Engkau tahu pula aku masih berharap dengan masa laluku Bapa.
Sebut saja Mr. C.
Aku masih menunggu dia Bapa.
Hanya karna perbedaan keyakinan yang membuat kita berpisah.
Tapi aku tahu sekarang, dia sekarang sudah anak - anak terangMU.
Kenapa disaat dia sudah menjadi anak terangMU, kita tidak bisa bersatu kembali Tuhan?
Engkau harus pertemukan kita dengan orang-orang baru, yang mana kita masih saling berharap satu sama lain untuk bersatu kembali.
Sakit Bapa rasanya saeperti ini.
Doaku tiap malam sudah Engkau jawab. Tapi entah kenapa kita tidak bisa bersatu kembali? Ada apa dibalik ini semua???????


------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Tapi aku memahami bahwa semua yang Engkau berikan kepadaku pastilah yang terbaik buat aku Bapa.

Aku jalani sekarang dengan Mr. S dengan penuh KASIH.
Why why and why berat rasanya aku jalani hubungan ini Bapa.
Rasanya tertatih - tatih aku jalani ini.
Serasa aku jalani ini semua sendirian Bapa.
Setiap saat aku merasa kecewa dan dirugikan oleh pihak manapun.
Hanya sakit sakit dan sakit yang sering aku terima.
Kenapa Bapa?
Apakah yang menurut Engkau baik selalu baik pula untukku?
Gak pernah Bapa aku menjalani hubungan seberat ini.
Sindiran dan ketakutan selalu menghampiri aku.
Inikah yang dinamakan aplikasi dari KASIH itu Bapa?
Setiap hari aku berusaha untuk belajar KASIH.
Tapi kenapa gak pernah dapat imbal balik yang sebanding dengan yang lakukan Bapa?


---------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Masalah kemaren datang Bapa.

Ada salah satu X kekasihku ngobrol dengan dia.
Ngobrol membahas perasaan mereka dulu.
Dan ternyata si X belum pernah bisa mengerti dengan yang terjadi saat ini.
Rasanya dia gak pernah bisa terima kita menjalin sebuah hubungan.
Sekarang kalo gini apa aku yang salah?
Apa Mr. S yang salah?
Kalo menurutku dia yang salah.
Napa aku bisa ngomong kayak gini.
Dulu kalo memang dia suka Mr. S, napa dia punya pacar.
Otomatis toh Mr. S tuh mundur, soalnya dia gak mau jadi penganggu hubungan orang.
Tapi dia aku pikir gak pernah punya pikiran kayak gitu.
Karna dipikiran si X cuma "Napa Mr. S buat dia kecewa kayak gitu doank".
Dan aku sangat gak terima dengan kata-kata si X sama Mr. S  lewat chat facebook " ...aq sedih, kecwa, marah ma km... kamu bt aq kecwa lg, saat aq tau km jalani hub dgn org yg km blng tdk mgnkn km bersamanya...aq jg gak km kasih tau... aq sakit hati, aq seperti orang yg gak km anggp..."
Sekarang kalo pacaran ma orang kudu ta dipublikasikan?
Perlukah?

Monday, January 16, 2012

Menurut Kalian Pacaran Itu Apa dan Bagaimana sie?

Apa sie menurut teman-teman pacaran itu?

Versi Cewek :


1. Lumayan ada yang anter jemput
2. Lumayan ada yang bayarin belanja
3. Lumayan ada yang nemenin saat BT
4. Lumayan ada yang belikan pulsa
5. Lumayan ada yang bayarin makan waktu hang out
6. Dan lumayan-lumayan yang lain ...

Versi Cowok :

1. Lumayan bisa dipamerin ke teman waktu hang out
2. Lumayan ada yang bawain makan gratis tiap hari
3. Lumayan ada yang cucikan baju
4. Lumayan ada yang setrikain baju
5. Lumayan ada yang pijetin habis futsal
6. Dan lumayan-lumayan yang lain ...


Ouwh ya alasannya kayak gitu.
Wuishhhhh tuh pacar atau pembantu yakk???? hehehe

Bukannya pacaran tuh salah satu fase pranikah yakk?

Fase dimana kita menyatukan misi dan visi untuk hidup mendatang.
Selain itu fase dimana kita mengenal lebih dan lebih dalam lagi pasangan hidup kita beserta keluarganya.

Kadang ada orang tua pasangan kita gak setuju. Kebanyakan sih ibu dari cowok. Soalnya si ibu takut kalo kalo anaknya gak gubris beliau lagi. Judes ma cerewet tuh gambaran umum mertua perempuan.
Tapi tuh semua bisa kok kita hadapi.
Gempil.... Gampang.... So easy....

Mau tahu???
Mau???
Mau???
Mau???

Gak lain ya doain aja. hehehehehehe
Trus sering-sering aja pendekatan. Bisa lewat sms, telpon atau kirim-kirim barang gitu. Hehehe
Salah satu jurus terjitu tuh blogger.

----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Ouwh ya kembali ke judul lagi. Wakakakakakakakaka

Pacaran versi aku tuh yakk fase pranikah untuk menyatukan visi dan misi serta pemahaman satu sama lain.
Dan jangan pernah merusak hubungan pacaran dengan tindakan-tindakan bodoh saat pacaran.
Jangan pernah rusak masa mudamu yakk blogger!!!!!!
Masa muda gak akan pernah terulang kembali dan gak akan pernah penyesalan tuh terjadi di depan!!!!!
Ati-ati yakk teman-teman.

Welcome to Papua (again)

Akhirnya tiba juga saya di tanah Papua kembali, setelah tahun kemarin saya tidak berkunjung dikarenakan hamil. Saat ini saya tidak tingg...